Panduan Lengkap Tata Cara Umrah Sesuai Sunnah (Langkah demi Langkah)
Bagi tamu Allah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci, rukun dan rentetan ibadah fisik yang padat bisa jadi membingungkan. Padahal, syarat mutlak umrah yang mabrur adalah kesesuaian niat dan tata cara persis yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
“Ambillah manasik (tata cara haji dan umrah) kalian dariku.” (HR. Muslim).
Apakah ibadahnya seberat Haji? Jawabannya: Tidak. Rukun inti Umrah sebenarnya hanya memakan waktu 2 hingga 4 jam. Nurani Travel telah merangkum panduan ringkas urutan umrah yang shahih, langkah demi langkah.
1. Niat dan Ber-Ihram dari Miqat
Rangkaian umrah dibuka dengan memasuki status “Ihram” (suci yang mengharamkan beberapa hal) di titik-titik lokasi yang disebut Miqat. Titik Miqat penduduk Indonesia umumnya ada dua: Saat pesawat melintas di atas Yalamlam, atau dari Dzul Hulaifah/Bir Ali (Bila jamaah menginap di Madinah dulu).
- Mandi & Bersih-bersih: Memotong kuku, cukur bulu ketiak/kemaluan, lalu mandi besar (sunnah). Jamaah pria memakai minyak wangi (parfum ketiak/rambut) sebelum pakai ihram.
- Memakai Pakaian Ihram: Pria memakai 2 helai kain tak berjahit (putih). Wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat rapat kecuali wajah dan telapak tangan.
- Niat saat di Miqat: Menghadap kiblat atau duduk di kursi pesawat, lalu mengucapkan lantang: “Labbaika ‘umrotan” (Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah).
- Berlaku Larangan Ihram: Sejak niat terucap, pantangan dimulai (Tidak boleh pakai minyak wangi, potong kuku/rambut, membunuh hewan, berkata kotor, meminang/berhubungan suami istri, pria dilarang pakai topi/baju jahit).
Sepanjang jalan dari Miqat hingga tiba di pelataran Ka’bah, perbanyak bacaan Talbiyah: “Labbaikallahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, laa syariika lak.”
2. Thawaf Mengelilingi Ka’bah 7 Kali
Sesampainya di Masjidil Haram Makkah, aktivitas pertama Anda adalah Thawaf.
- Berhenti membaca talbiyah saat mulai melihat bangunan Ka’bah.
- Bergerak ke sudut Hajar Aswad (Ada garis lampu hijau sebagai tanda awal start).
- Untuk Pria: Buka bahu kanan Anda (kain diselempangkan di bawah ketiak kanan), ini disebut posisi Ithtiba’.
- Menghadap Hajar Aswad atau mengangkat tangan ke arahnya dan mengucapkan: “Bismillahi Allahu Akbar”, lalu mulai putaran pertama. Ka’bah selalu berada di sisi kiri tubuh jamaah.
- Membaca doa bebas atau subhanallah walhamdulillah… sambil berjalan 7 putaran penuh. Disunnahkan jalan cepat (Raml) di 3 putaran pertama.
- Saat sampai di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, baca doa sapu jagat: “Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar.”
Selesai Thawaf: Tutup kembali bahu kanan Anda, lalu salat sunnah 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (Bila tidak memungkinkan, bisa di mana saja di area masjid). Minum air Zam-zam sampai kenyang.
3. Sa’i: Berjalan Antara Bukit Shafa dan Marwah
Setengah jalan selesai! Tahap selanjutnya adalah Sa’i yang melambangkan perjuangan Bunda Hajar berlari mencari air untuk bayi Ismail as.
- Berjalan menuju Bukit Shafa. Naiklah sedikit hingga melihat Ka’bah, menghadap kiblat, bertakbir 3 kali dan mengucap tahlil serta doa sekehendak hati.
- Turun dari Shafa dan berjalan biasa menuju Marwah.
- Khusus Pria: Saat melewati area bertanda lampu hijau/pilar hijau di atas kepala, lari-lari kecil / lari santai. Wanita cukup berjalan biasa saja.
- Tiba di Bukit Marwah (Ini dihitung 1 kali jalan). Naik ke Marwah, lakukan persis doa seperti di Shafa tadi.
- Berjalan kembali ke Shafa (Dihitung jalan ke-2).
- Lakukan mondar-mandir hingga genap 7 kali putaran, dan perjalanan ini selalu berakhir di Bukit Marwah.
4. Tahallul (Mencukur Rambut) sebagai Penutup
Rukun terakhir adalah Tahallul, simbolisasi pelepasan diri dari larangan ihram.
- Untuk Pria: Disunnahkan Tahliq (mencukur gundul/habis plontos seluruh rambut), atau minimal Taqshir (memendekkan rambut secara merata dari segala sisi kepala). Pahalanya jauh lebih besar jika digundul.
- Untuk Wanita: Cukup mengumpulkan jung rambut menjadi satu, lalu dipotong sebatas ujung jari (sekitar 1 ruas jari / 1-2 sentimeter).
Alhamdulillah! Setelah Tahallul, Anda sah kembali halal. Semua larangan ihram gugur. Anda boleh mandi sabun wangi, berparfum, memakai kemeja dsb. Sepanjang sisa hari di Makkah, Anda tinggal mengejar salat wajib di Masjidil Haram, memperbanyak sedekah, dan Thawaf Sunnah (thawaf yang dilakukan tanpa ihram/sa’i).
(Catatan: Ini adalah panduan ringkas tulisan, pemahaman praktiknya biasa diberikan saat fase Manasik 1 bulan sebelum berangkat. Sebagai jamaah Nurani Travel, jadwal manasik dan praktik peragaan 3D dipandu langsung oleh ustadz/pembimbing profesional. Booking Seat Sekarang)